GSENTRA Landscaping
Sistem Manajemen Landscaping Terintegrasi yang mengelola 4 Zonasi Utama - Area Terbuka Hijau, Area Nursery, Area Daihatsu Edu Forest, dan Area Pranaraksa - untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta mengkalkulasi presisi akumulasi Serapan Emisi Karbon (tCO₂e) berbasis metode alometrik saintifik.
Koleksi Pohon & Potensi Serapan Karbon
Tabebuya
Pohon Tabebuya Kuning (Handroanthus chrysotrichus) adalah pohon hias pelindung kota yang terkenal dengan pesona bunganya yang mekar serentak berwarna kuning keemasan mencolok mirip bunga sakura di daerah tropis. Akarnya tidak merusak struktur aspal maupun pondasi jalan raya, menjadikannya pilihan utama peneduh dan penghijau jalan utama serta kawasan perkantoran.
Tabebuya Rosea
Tabebuya Rosea atau Pink Poui (Handroanthus roseus) menghadirkan panorama lanskap eksotis melalui gugusan bunga berwarna merah muda lembut (pink pastel) yang mekar lebat menutupi kanopi pohon. Berbatang kuat dengan daya adaptasi tinggi terhadap cuaca panas terik perkotaan, menyerap gas buang kendaraan, dan memberikan atmosfer estetika tropis yang elegan.
Trembesi
Pohon Trembesi atau Ki Hujan (Samanea saman) merupakan pohon peneduh legendaris dengan tajuk menyerupai kanopi payung raksasa yang sangat rindang. Terkenal sebagai salah satu pohon dengan kapasitas sekuestrasi karbon (penyerap CO2) tertinggi di dunia, mencapai hingga 28,5 ton CO2 per pohon per tahun. Sistem perakarannya yang luas sangat efektif dalam konservasi air tanah dan pengendalian erosi lahan.
Peta Interaktif Zonasi Pranaraksa
Klik salah satu plot berwarna oranye pada peta di bawah untuk menampilkan katalog pohon di zona tersebut secara dinamis.
Pilih Zona di Peta
Klik salah satu plot berwarna pada peta di sebelah kiri untuk melihat rincian total serapan karbon tCO₂e, populasi, dan spesies pohon.
Bagaimana Kami Mengkalkulasi Serapan Karbon Pohon?
1. Rumus Alometrik Saintifik
Perhitungan biomassa pohon berdasarkan diameter/lingkar batang (DBH) menggunakan persamaan alometrik standar kehutanan internasional.
2. Konversi Biomassa ke Karbon
Biomassa dikonversi menjadi kandungan Karbon Organik (C) dengan faktor konstanta 0.47 sesuai rekomendasi IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
3. Estimasi Serapan CO2 Ekuivalen
Kandungan karbon dikali faktor berat molekul CO2/C (44/12 ≈ 3.67) untuk menghitung total emisi CO2 yang berhasil diserap dari atmosfer.