GSENTRA Landscaping
Sistem Manajemen Landscaping Terintegrasi yang mengelola 4 Zonasi Utama - Area Terbuka Hijau, Area Nursery, Area Daihatsu Edu Forest, dan Area Pranaraksa - untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta mengkalkulasi presisi akumulasi Serapan Emisi Karbon (tCO₂e) berbasis metode alometrik saintifik.
Koleksi Pohon & Potensi Serapan Karbon
Mahoni
Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni) adalah pohon kayu keras tropis bernilai ekonomi tinggi dengan batang tegak lurus silindris dan tajuk lebat. Memiliki kemampuan toleransi tinggi terhadap kekeringan serta sangat efektif menyerap polusi udara dan partikel debu di kawasan perkotaan dan industri. Kayunya yang berwarna cokelat kemerahan kokoh merupakan primadona industri furnitur berkualitas ekspor.
Mangga
Pohon Mangga (Mangifera indica) adalah tanaman buah tropis produktif berbatang kayu kokoh dengan tajuk daun hijau gelap yang rimbun dan lebat. Berperan ganda sebagai peneduh pekarangan yang menyejukkan sekaligus penghasil buah tropis manis bernutrisi tinggi kaya vitamin A, C, dan antioksidan. Mampu menyerap karbon secara efektif serta memperkaya keanekaragaman hayati pekarangan.
Matoa
Pohon Matoa (Pometia pinnata) adalah pohon buah endemik khas Papua Indonesia yang berkanopi rimbun kokoh dengan dedaunan muda kemerahan eksotis. Menghasilkan buah berkulit hijau-keunguan dengan sensasi rasa manis perpaduan rambutan, lengkeng, dan durian. Kayunya berkualitas tinggi untuk konstruksi dan pohonnya efektif menahan erosi tanah.
Nangka
Pohon Nangka (Artocarpus heterophyllus) menghasilkan buah berstruktur majemuk terbesar di dunia yang menggantung langsung pada batang utama (kauliflori). Berdaun tebal mengkilap dengan tajuk rimbun hijau abadi, kayunya berwarna kuning cerah tahan rayap, dan buahnya bernilai pangan gizi tinggi baik saat muda maupun matang harum manis.
NorkFlok
Pohon Cemara Norfolk (Araucaria heterophylla) merupakan pohon konifer piramidal dengan susunan cabang simetris bertingkat yang teratur dan anggun. Mampu tumbuh menjulang tegak dengan jarum-jarum daun hijau segar sepanjang tahun, sangat ideal sebagai aksen arsitektur lanskap dan peneduh tepi jalan raya.
Palem Raja
Palem Raja (Roystonea regia) adalah rajanya tanaman palem tegak dengan batang tunggal kelabu halus mirip pilar beton aristokrat yang menjulang kokoh hingga belasan meter. Dihiasi pelepah daun menyirip hijau tua lebat di puncaknya, memberikan impresi kemegahan, kewibawaan, dan keteraturan pada boulevard gerbang utama kawasan perkantoran dan industri.
Palem Sawit
Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) merupakan pohon palem industri penghasil minyak nabati berproduktivitas tinggi. Memiliki tajuk pelepah daun melingkar yang kokoh dengan tandan buah segar berwarna jingga kemerahan. Berperan signifikan dalam penyerapan biomassa karbon dan rantai pasok industri berkelanjutan.
Pandan Bali
Pandan Bali (Cordyline australis) adalah tanaman aksen arsitektural tropis dengan batang bertekstur kokoh yang memahkotai rumbai daun pita panjang runcing berwarna hijau segar. Tahan terhadap panas terik dan hembusan angin kencang, banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penegas siluet taman mediterania, tepi kolam, dan pedestrian modern.
Perdamaian
Pohon Keben atau Pohon Perdamaian (Barringtonia asiatica) merupakan pohon pesisir bersejarah yang dinobatkan sebagai Pohon Perdamaian Nasional Indonesia. Menghasilkan bunga spektakuler bersurai benang sari putih-merah muda yang harum semerbak serta buah bersegi empat seperti lentera, berfungsi sebagai penahan abrasi pantai yang kokoh.
Peta Interaktif Zonasi Pranaraksa
Klik salah satu plot berwarna oranye pada peta di bawah untuk menampilkan katalog pohon di zona tersebut secara dinamis.
Pilih Zona di Peta
Klik salah satu plot berwarna pada peta di sebelah kiri untuk melihat rincian total serapan karbon tCO₂e, populasi, dan spesies pohon.
Bagaimana Kami Mengkalkulasi Serapan Karbon Pohon?
1. Rumus Alometrik Saintifik
Perhitungan biomassa pohon berdasarkan diameter/lingkar batang (DBH) menggunakan persamaan alometrik standar kehutanan internasional.
2. Konversi Biomassa ke Karbon
Biomassa dikonversi menjadi kandungan Karbon Organik (C) dengan faktor konstanta 0.47 sesuai rekomendasi IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
3. Estimasi Serapan CO2 Ekuivalen
Kandungan karbon dikali faktor berat molekul CO2/C (44/12 ≈ 3.67) untuk menghitung total emisi CO2 yang berhasil diserap dari atmosfer.