GSENTRA Landscaping
Sistem Manajemen Landscaping Terintegrasi yang mengelola 4 Zonasi Utama - Area Terbuka Hijau, Area Nursery, Area Daihatsu Edu Forest, dan Area Pranaraksa - untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta mengkalkulasi presisi akumulasi Serapan Emisi Karbon (tCO₂e) berbasis metode alometrik saintifik.
Koleksi Pohon & Potensi Serapan Karbon
NorkFlok
Pohon Cemara Norfolk (Araucaria heterophylla) merupakan pohon konifer piramidal dengan susunan cabang simetris bertingkat yang teratur dan anggun. Mampu tumbuh menjulang tegak dengan jarum-jarum daun hijau segar sepanjang tahun, sangat ideal sebagai aksen arsitektur lanskap dan peneduh tepi jalan raya.
Palem Raja
Palem Raja (Roystonea regia) adalah rajanya tanaman palem tegak dengan batang tunggal kelabu halus mirip pilar beton aristokrat yang menjulang kokoh hingga belasan meter. Dihiasi pelepah daun menyirip hijau tua lebat di puncaknya, memberikan impresi kemegahan, kewibawaan, dan keteraturan pada boulevard gerbang utama kawasan perkantoran dan industri.
Pandan Bali
Pandan Bali (Cordyline australis) adalah tanaman aksen arsitektural tropis dengan batang bertekstur kokoh yang memahkotai rumbai daun pita panjang runcing berwarna hijau segar. Tahan terhadap panas terik dan hembusan angin kencang, banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penegas siluet taman mediterania, tepi kolam, dan pedestrian modern.
Perdamaian
Pohon Keben atau Pohon Perdamaian (Barringtonia asiatica) merupakan pohon pesisir bersejarah yang dinobatkan sebagai Pohon Perdamaian Nasional Indonesia. Menghasilkan bunga spektakuler bersurai benang sari putih-merah muda yang harum semerbak serta buah bersegi empat seperti lentera, berfungsi sebagai penahan abrasi pantai yang kokoh.
Pinus
Pinus Merkusii (Pinus merkusii) adalah satu-satunya spesies pinus alami yang tumbuh melintasi garis khatulistiwa di Asia Tenggara. Berdaun jarum dua-dua yang selalu hijau (evergreen) dan memancarkan aroma terapi resin khas hutan pegunungan. Sistem perakarannya yang dalam sangat vital dalam mencegah longsor lereng curam dan menjaga tangkapan air hulu DAS.
Pucuk Merah
Tanaman Pucuk Merah (Syzygium oleana / Syzygium myrtifolium) dicirikan oleh daun-daun muda di ujung percabangan yang selalu muncul dengan warna merah menyala cerah sebelum bertransisi menjadi hijau segar. Sangat lentur dipangkas membentuk pagar hidup (hedge/topiary) estetis, efisien menyerap emisi gas timbal kendaraan, dan menghidupkan suasana lanskap.
Randu Belanda
Randu Belanda atau Silk Floss Tree (Ceiba speciosa) memiliki batang silindris berornamen duri kerucut kokoh yang menyimpan cadangan air serta bunga mekar merah muda spektakuler. Menghasilkan serat kapuk alami berdaya apung tinggi dan isolator panas, serta kanopi luasnya sangat efektif sebagai peneduh kawasan ruang terbuka hijau perkotaan.
Sengon
Pohon Sengon atau Albasia (Falcataria moluccana) merupakan pohon pionir serbaguna dengan pertumbuhan sangat cepat dan kanopi payung berdaun majemuk halus. Mampu mengikat nitrogen tanah untuk mempercepat pemulihan kesuburan lahan terdegradasi serta menghasilkan biomassa kayu ringan yang banyak digunakan dalam industri konstruksi dan panel kayu terbarukan.
Song of India
Song of India (Dracaena reflexa) adalah tanaman hias lanskap premium dengan daun tersusun spiral rapat bermargin kuning emas cerah dengan semburat hijau di tengahnya. Mampu tumbuh bercabang artistik dan diakui oleh studi kebersihan udara sebagai salah satu tanaman penyaring polutan racun udara (formaldehida, benzena, dan xilen) terbaik di dunia.
Peta Interaktif Zonasi Pranaraksa
Klik salah satu plot berwarna oranye pada peta di bawah untuk menampilkan katalog pohon di zona tersebut secara dinamis.
Pilih Zona di Peta
Klik salah satu plot berwarna pada peta di sebelah kiri untuk melihat rincian total serapan karbon tCO₂e, populasi, dan spesies pohon.
Bagaimana Kami Mengkalkulasi Serapan Karbon Pohon?
1. Rumus Alometrik Saintifik
Perhitungan biomassa pohon berdasarkan diameter/lingkar batang (DBH) menggunakan persamaan alometrik standar kehutanan internasional.
2. Konversi Biomassa ke Karbon
Biomassa dikonversi menjadi kandungan Karbon Organik (C) dengan faktor konstanta 0.47 sesuai rekomendasi IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
3. Estimasi Serapan CO2 Ekuivalen
Kandungan karbon dikali faktor berat molekul CO2/C (44/12 ≈ 3.67) untuk menghitung total emisi CO2 yang berhasil diserap dari atmosfer.