GSENTRA Landscaping
Sistem Manajemen Landscaping Terintegrasi yang mengelola 4 Zonasi Utama - Area Terbuka Hijau, Area Nursery, Area Daihatsu Edu Forest, dan Area Pranaraksa - untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta mengkalkulasi presisi akumulasi Serapan Emisi Karbon (tCO₂e) berbasis metode alometrik saintifik.
Koleksi Pohon & Potensi Serapan Karbon
Karet Kuning
Karet Kuning atau Karet Kebo (Ficus elastica) merupakan pohon pelindung berdaun tebal mengkilap dengan daya tahan luar biasa terhadap polusi udara dan partikulat berat industri. Sistem perakarannya yang kokoh mampu mencengkeram tanah dengan kuat dan membantu retensi air bawah tanah, sangat cocok sebagai buffer zone hijau di perimeter pabrik dan kawasan industri.
Kayu Putih
Pohon Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) adalah tanaman aromatik asli nusantara yang tahan terhadap lahan marjinal dan genangan air. Daun dan ranting mudanya disuling untuk menghasilkan minyak atsiri kayu putih (cajuput oil) yang berkhasiat menghangatkan dan antibakteri alami. Batangnya dilapisi kulit keputihan berlapis-lapis dan efektif mencegah degradasi tanah di lahan terbuka.
Kecrutan
Pohon Kecrutan atau African Tulip (Spathodea campanulata) adalah pohon peneduh berkanopi lebat yang dihiasi kuncup bunga oranye-merah menyala berbentuk lonceng besar. Kuncup bunganya yang menampung cairan air sering dimainkan anak-anak dengan memencetnya hingga memancar (muncrat/acret), serta sangat disukai burung pengisap madu dan lebah penyerbuk alami.
Ketapang
Pohon Ketapang (Terminalia catappa) merupakan pohon peneduh pantai dan daratan berdaun lebar mengkilap dengan cabang horizontal bertingkat rindang. Daunnya yang gugur kaya akan tanin alami yang banyak dimanfaatkan untuk pengkondisian kualitas air, sementara pohonnya sangat tangguh terhadap angin laut kencang dan berfungsi sebagai penahan panas terik matahari.
Ketapang Kencana
Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) merupakan pohon lanskap arsitektural tropis yang sangat populer berkat percabangan horizontal bertingkat yang rapi menyerupai kanopi bertingkat (pagoda). Berdaun kecil padat berwarna hijau terang, sangat anggun sebagai peneduh plaza, pedestrian, dan halaman perkantoran modern tanpa menghasilkan banyak sampah dedaunan besar.
Kupu-kupu
Pohon Kupu-kupu atau Bungur Ungu (Bauhinia purpurea) dinamai demikian karena bentuk daunnya yang terbelah dua simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang sedang hinggap. Dipercantik dengan kuntum bunga berwarna ungu kemerahan semerbak yang mekar sepanjang tahun, sangat digemari sebagai pohon peneduh lanskap taman berskala sedang dan median jalan pedestrian.
Liang Lyu
Liang Lyu atau Pohon Janda Merana (Salix babylonica) dicirikan oleh dahan-dahan lentur ramping yang menjuntai anggun ke bawah menyentuh permukaan air atau tanah. Sangat ideal ditanam di tepian kolam retensi, danau buatan, dan sempadan saluran air karena perakarannya sangat efektif menstabilkan tanggul tanah serta menyaring kelebihan nutrisi air.
Macaranga Tanarius (Mahang)/Jati Putih
Pohon Mahang atau Macaranga (Macaranga tanarius) merupakan pohon pionir hutan sekunder berdaun bundar besar bertangkai tengah (peltata) yang sangat unik dan khas. Tumbuh cepat menaungi tanah terbuka, bersimbiosis erat dengan semut pelindung (mirmekofit), serta berperan vital mempercepat suksesi alami dan pemulihan ekosistem hutan tropis pasca-gangguan.
Mahoni
Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni) adalah pohon kayu keras tropis bernilai ekonomi tinggi dengan batang tegak lurus silindris dan tajuk lebat. Memiliki kemampuan toleransi tinggi terhadap kekeringan serta sangat efektif menyerap polusi udara dan partikel debu di kawasan perkotaan dan industri. Kayunya yang berwarna cokelat kemerahan kokoh merupakan primadona industri furnitur berkualitas ekspor.
Peta Interaktif Zonasi Pranaraksa
Klik salah satu plot berwarna oranye pada peta di bawah untuk menampilkan katalog pohon di zona tersebut secara dinamis.
Pilih Zona di Peta
Klik salah satu plot berwarna pada peta di sebelah kiri untuk melihat rincian total serapan karbon tCO₂e, populasi, dan spesies pohon.
Bagaimana Kami Mengkalkulasi Serapan Karbon Pohon?
1. Rumus Alometrik Saintifik
Perhitungan biomassa pohon berdasarkan diameter/lingkar batang (DBH) menggunakan persamaan alometrik standar kehutanan internasional.
2. Konversi Biomassa ke Karbon
Biomassa dikonversi menjadi kandungan Karbon Organik (C) dengan faktor konstanta 0.47 sesuai rekomendasi IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
3. Estimasi Serapan CO2 Ekuivalen
Kandungan karbon dikali faktor berat molekul CO2/C (44/12 ≈ 3.67) untuk menghitung total emisi CO2 yang berhasil diserap dari atmosfer.