GSENTRA Landscaping
Sistem Manajemen Landscaping Terintegrasi yang mengelola 4 Zonasi Utama - Area Terbuka Hijau, Area Nursery, Area Daihatsu Edu Forest, dan Area Pranaraksa - untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta mengkalkulasi presisi akumulasi Serapan Emisi Karbon (tCO₂e) berbasis metode alometrik saintifik.
Koleksi Pohon & Potensi Serapan Karbon
Akasia Mangium
Akasia Mangium (Acacia mangium) merupakan pohon pelindung dan industri kayu cepat tumbuh (fast-growing) yang berperan vital dalam rehabilitasi lahan kritis. Mampu mengikat nitrogen bebas di udara melalui simbiosis perakaran dengan bakteri Rhizobium sehingga menyuburkan tanah gersang, mencegah erosi tebing, dan menyerap karbon dalam jumlah masif.
Beringin Putih
Beringin Putih (Ficus benjamina) menampilkan keindahan daun variegata bergradasi hijau dan putih krem yang cerah dan rapat. Memiliki percabangan rimbun yang mampu menjadi habitat burung kota serta menyaring debu polutan udara secara maksimal. Sering dijadikan titik fokus estetika lanskap taman formal maupun peneduh sudut kawasan hijau.
Bintaro
Pohon Bintaro (Cerbera manghas) adalah tanaman pantai dan pelindung kota yang sangat tangguh dengan daun hijau tua mengkilap dan bunga putih harum berpusat merah muda. Menghasilkan buah bulat padat yang mengandung minyak atsiri berdaya repellent (pengusir hama alami), serta efektif menyerap polusi timbal dan gas buang kendaraan di koridor jalan raya.
Damar
Pohon Damar (Agathis dammara) merupakan pohon konifer asli Indonesia yang bernilai ekonomis dan ekologis tinggi. Menghasilkan getah kopal berkualitas untuk bahan industri vernis, cat, dan perekat. Batangnya menjulang lurus dengan kanopi berdaun lebat yang sangat efektif sebagai penyerap karbon (CO2) dan penyangga konservasi air tanah.
Eucalyptus Rainbow
Eucalyptus Rainbow atau Leda (Eucalyptus deglupta) adalah keajaiban botani asli nusantara dengan kulit batang yang berganti secara berkala menampilkan spektrum warna-warni pelangi (hijau, biru, jingga, hingga marun). Tumbuh menjulang tinggi dengan cepat, merupakan penyerap karbon ulung dan penghias lanskap hutan botani yang sangat artistik.
Flamboyan
Pohon Flamboyan (Delonix regia) dijuluki "The Flame of the Forest" karena mahkota bunganya yang mekar semarak berwarna merah jingga menyala saat musim kemarau. Memiliki tajuk melebar seperti payung dengan daun majemuk menyirip halus yang memberikan naungan teduh sejuk, menjadikannya pohon peneduh jalan protokol dan taman lanskap kota yang spektakuler.
Glodogan
Pohon Glodogan Tiang (Polyalthia longifolia) tumbuh ramping tegak mengerucut ke atas menyerupai tiang hijau berdaun rapat bergelombang lentur. Berfungsi utama sebagai peredam kebisingan suara kendaraan, tirai visual pembatas area (green screen), serta penangkap debu polusi yang sangat efisien tanpa memakan ruang horisontal yang luas.
Jabon
Pohon Jabon atau Kelampayan (Neolamarckia cadamba) adalah pohon kayu tropis super cepat tumbuh dengan batang lurus silindris bebas cabang yang tinggi. Memiliki kanopi berdaun lebar yang efektif menahan tetesan air hujan langsung ke tanah untuk mencegah erosi permukaan, serta sering dibudidayakan untuk reboisasi cepat dan bahan baku industri kayu olahan ramah lingkungan.
Kamboja Merah
Kamboja Merah (Plumeria rubra) menampilkan keanggunan bunga berbentuk corong berkelopak lima berwarna merah tua menyala dengan semburat kuning di pusatnya yang beraroma wangi semerbak. Berbatang sukulen bertekstur eksotis yang tahan kemarau panjang, menjadi aksen utama taman tropis, area relaksasi, dan lanskap bergaya resor.
Peta Interaktif Zonasi Pranaraksa
Klik salah satu plot berwarna oranye pada peta di bawah untuk menampilkan katalog pohon di zona tersebut secara dinamis.
Pilih Zona di Peta
Klik salah satu plot berwarna pada peta di sebelah kiri untuk melihat rincian total serapan karbon tCO₂e, populasi, dan spesies pohon.
Bagaimana Kami Mengkalkulasi Serapan Karbon Pohon?
1. Rumus Alometrik Saintifik
Perhitungan biomassa pohon berdasarkan diameter/lingkar batang (DBH) menggunakan persamaan alometrik standar kehutanan internasional.
2. Konversi Biomassa ke Karbon
Biomassa dikonversi menjadi kandungan Karbon Organik (C) dengan faktor konstanta 0.47 sesuai rekomendasi IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
3. Estimasi Serapan CO2 Ekuivalen
Kandungan karbon dikali faktor berat molekul CO2/C (44/12 ≈ 3.67) untuk menghitung total emisi CO2 yang berhasil diserap dari atmosfer.